nine ☆
Di hidupku ada satu sirkel kecil yang kami beri nama Nine, bukan karena jumlah kami selalu lengkap, tapi karena rasanya utuh seperti angka itu <bulat>, saling menguatkan dari segala sisi. Kami datang dari latar yang berbeda, dengan sifat yang kadang bertabrakan, tapi entah kenapa selalu menemukan jalan pulang satu sama lain. Di Nine, tawa sering pecah tanpa alasan, air mata jatuh tanpa perlu dijelaskan, dan diam pun terasa nyaman karena tak harus diisi apa-apa. Mereka adalah orang-orang yang tahu versi terlemahku tanpa pernah menjadikannya bahan ejekan. yang hadir saat dunia terasa terlalu bising, menepuk pundak pelan, dan berkata, “Aku di sini.” Kami pernah bertengkar, saling menjauh, bahkan nyaris kehilangan, tapi justru di situlah kami belajar bahwa persahabatan bukan tentang selalu sejalan, melainkan tentang memilih kembali meminta maaf, memaafkan, dan bertahan. Nine mengajarkanku bahwa sahabat sejati tak harus sempurna, cukup tulus, setia, dan berani tinggal saat yang lain pergi. Dan setiap kali aku menoleh ke belakang, aku tahu jika suatu hari aku jatuh, Nine adalah lingkaran yang akan menahanku agar tdk hancur, mengingatkanku bahwa aku dicintai, diterima, dan tidak sendirian.









teks AI huu
BalasHapusSOTOY
Hapus